Postingan

Featured Post

Bencana dan Tata Kelola Lahan

Gambar
OPINI Oleh Ummu Nadiatulhaq Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Akhir tahun 2025 menjadi kelam saat bencana banjir terjadi di beberapa daerah di Indonesia yaitu Sumatera , Kalimantan , dan Cirebon . Sungguh kejadian yang seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua, kenapa bisa terjadi? Air hujan yang seharusnya membawa berkah bagi bumi menjadi bencana bagi penghuni bumi. Banjir bandang yang paling banyak memakan korban terjadi di Sumatera. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru korban bencana di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh . Jumlah korban jiwa dilaporkan bertambah satu orang menjadi 1.138 jiwa. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan sebanyak 163 orang masih dinyatakan hilang. ( detikNews.com , 27/12/2025) Di Cirebon, berdasarkan hasil sementara, terdapat empat titik sungai di Kecamatan Sumber yang menjadi penyebab banjir. Tujuh kecamatan lainnya terkena dam...

Potret Rapuhnya Bangunan Institusi Keluarga dalam Sistem Sekularisme

Gambar
  OPINI Oleh Luluk Kiftiyah Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Innalillahi wainnailaihi rojiun. Tak ada asap jika tak ada api, setiap kejadian atau masalah pasti ada penyebabnya. Sama seperti kasus pembunuhan yang dilakukan oleh darah dagingnya sendiri. Tidak mungkin tak ada sebab anak membunuh orang tuanya, artinya pasti ada sumber pemicunya, yang mana kasus pembunuhan serupa terus berulang.  Seperti halnya kasus pembunuhan Faizah Soraya yang dilakukan oleh putri kandungnya yang berinisial SAS atau AL (12) yang dipacu karena sakit hati lantaran ibunya sering melakukan kekerasan dan ancaman terhadap dirinya dan anggota keluarga lainnya. Puncaknya, ketika ibunya menghapus aplikasi game online yang ada di hpnya. ( kompas.com , 29/12/25) Selain kasus Faizah Soraya, lebih dulu kasus Dosen USU ( Universitas Sumatra Utara ) yang berinisial OKH (58) tewas ditusuk anak kandungnya yang berinisial H (18). Aksi penusukan terjadi karena ia kesal lantaran sang ayah menganiaya ib...

Demokrasi dan Teror Kritik: Wajah Asli Kekuasaan Sekuler

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qianny  Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Beberapa waktu terakhir, ruang publik kita terasa makin sesak. Bukan karena terlalu banyak suara, tapi justru karena banyak suara yang mulai dibungkam. Konten kreator, influencer, dan aktivis digital yang berani mengkritik kebijakan penguasa satu per satu mengalami teror.  Ancaman fisik, vandalisme, doxing , peretasan digital, hingga pengiriman bom molotov dan bangkai ayam menjadi pola intimidasi yang berulang. Bahkan, sasaran teror tidak hanya individu, tetapi juga keluarga mereka, yang menunjukkan bahwa kekuasaan telah kehilangan nurani dan rasa keadilan. ( bbc.com ,02/01/2026) Sasarannya pun jelas : mereka yang vokal, kritis, dan berani menyentuh kepentingan kekuasaan. Ini bukan kebetulan, bukan pula insiden yang berdiri sendiri. Ini adalah gejala sistemik. Masih ada yang bertanya, “Ke mana demokrasi?” atau “Mengapa negara diam?” Padahal pertanyaan yang lebih jujur seharusnya adalah: mengapa kita masih ber...

Nasi Dibagi, Luka Menganga: Setahun MBG, Stunting Tetap Ada

Gambar
  OPINI   Oleh Ummu Qianny  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Seiring berjalannya waktu, satu tahun sudah berjalan Program Makan Bergizi (MBG) awalnya disambut dengan penuh sorak-sorai. Program ini digadang-gadang pula sebagai jurus ampuh negara untuk menekan angka stunting dan menyelamatkan masa depan generasi. Namun harapan itu kian hari kian terasa hampa. Bagaimana tidak, fakta di lapangan menunjukkan, setelah satu tahun berjalan, ancaman stunting belum juga teratasi secara nyata. Yang terlihat justru tumpukan persoalan baru yang semakin membuka borok pengelolaan kebijakan dalam sistem kapitalis . Berbagai masalah MBG bermunculan tanpa bisa disangkal. Keracunan massal terjadi di sejumlah daerah. Publik dikejutkan oleh temuan ompreng makanan yang mengandung unsur babi. Dapur-dapur SPPG diketahui tidak memenuhi standar kelayakan dan kebersihan.  Bahkan ironisnya, meskipun sekolah libur panjang, program tetap dipaksakan berjalan, hal ini ...

Setahun Program MBG, Ancaman Stunting Tak Kunjung Hilang

Gambar
  OPINI   Oleh Nia Kurniawati Pendidik Generasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Sudah setahun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dengan gegap-gempita. Program ini digadang-gadang sebagai solusi strategis untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan ironi, ancaman stunting belum terselesaikan. Sementara itu berbagai persoalan serius bermunculan dan memperlihatkan cacat mendasar dalam desain maupun pelaksanaannya. Lebih jauh, kegagalan ini mencerminkan watak kebijakan populis kapitalistik yang abai terhadap kemaslahatan rakyat. Alih-alih menjadi solusi ideologis, kebijakan ini tampak seperti langkah populis yang dipaksakan. Pemerintah menetapkan alokasi anggaran program MBG 2026 mencapai Rp335 triliun. Sebanyak Rp223triliun dari dana MBG tersebut diambil dari sektor pendidikan atau sekitar 66,6%. Adapun anggaran pendidikan 2026 telah ditetapkan sebesar Rp757,8 triliun atau 20% da...

Satu Bulan Bencana, Keselamatan Rakyat Masih Taruhan

Gambar
OPINI Oleh Suhartatik Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Tidak terasa satu bulan sudah pascabencana banjir di Aceh dan Sumatra , tetapi kondisi darurat belum benar-benar pulih. Masyarakat terdampak bencana menginginkan penanganan cepat sehingga muncul desakan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional . Sebagaimana yang telah dilakukan oleh sekitar seratusan massa aksi yang tergabung dalam aliansi Gerakan Aceh Menggugat (GAM). Mereka menggelar aksi solidaritas di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Jumat sore. Di Aceh, fenomena bendera putih dikibarkan warga sebagai simbol keputusasaan. Bahkan, muncul kembali bendera GAM di beberapa titik yang berpotensi melebar ketika negara dianggap absen. Massa menyampaikan tuntutan yang ditujukan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Presiden Prabowo Subianto . Poin-poin tuntutan itu dibacakan langsung oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Ilham Rizki Maulana. Inti dari poin yang disampaikan dalam aksi adalah mendesak Pemerin...

Game Online: Mesin Penghancur Empati dan Nurani

Gambar
  OPINI   Oleh Gesti Ghassani Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Tangis seorang ibu di Medan terhenti untuk selamanya bukan oleh musuh, bukan pula oleh penjahat asing, melainkan oleh anak yang ia lahirkan sendiri. Pisau yang diayunkan bukan sekadar alat pembunuh, melainkan puncak dari amarah yang menumpuk, empati yang mengering, dan kekerasan yang terakumulasi dalam waktu lama. Fakta mencengangkan pun terungkap. Anak tersebut diketahui telah lama terpapar kekerasan dalam rumah tangga . Dalam kondisi psikologis yang rapuh itu, game online bermuatan kekerasan hadir sebagai pemicu (trigger) ledakan emosi yang berujung pada tindakan brutal.  (Kompas, 29/12/2025). Kasus ini bukan cerita fiksi. Ia nyata, dekat, dan mengerikan. Lebih mengerikan lagi, tragedi semacam ini bukanlah satu-satunya. Di Depok , seorang mahasiswa meneror sepuluh sekolah dengan ancaman bom.  Dunia digital kembali menjadi jejak yang menghubungkan antara pikiran yang terdistorsi, ...